Apakah yang akan dilakukan ketika mengalami rasa bosan dengan rutinitas ?, traveling adalah salah satu jawaban yang terdengar menyenangkan. Pergi ke sebuah tempat yang baru, bertemu hal asing serta berbagai kejutan yang sama sekali belum pernah kita temukan, atau hanya untuk berada di tengah alam untuk menghirup aroma kebebasan dan mendengarkan irama nyanyian semesta. Flores, itulah kata yang terlintas di kepala saat berpikir untuk menentukan sebuah perjalanan. Adalah sebuah destinasi impian di gugus kepulauan Nusa Tenggara Timur yang terkenal dengan eksotika alam serta budaya yang kaya. Hal yang paling menjadi ikon dari pulau ini adalah adanya habitat binatang langka yang hanya terdapat di Flores yaitu Komodo ( Varanus Komodoensis ). Maka kesanalah awal perjalanan di Flores akan dimulai, tepatnya pulau Rinca yang berada di sebelah barat pulau Flores dan lokasi terdekat untuk mencapainya adalah Labuan Bajo. Ada rasa kagum ketika pertama kali menginjakkan kaki di Labuan Bajo, terbentang hamparan alam yang gersang dengan kontur daratan yang unik seolah terbelah-belah, dihiasi pohon palem yang bermunculan di tiap puncak bukit. Kemudian dilengkapi dengan keramahan masyarakat disana yang tulus, hingga membuat kita seolah memiliki saudara baru di tempat ini.
Bersama kawan baik saya Karolus Naga ( Fotografer Flores ) dan Mega ( traveler ) serta beberapa teman di Labuan Bajo, kami beranjak menuju ke pulau Rinca dengan sebuah perahu yang kami sewa. Bening dan birunya lautan, cerahnya cuaca, diselingi dengan nyanyian bersama menyerukan indahnya alam Indonesia, dan ditambah segelas kopi Manggarai yang terasa menjadi kopi terbaik didunia saat itu. Selang beberapa jam mengarungi lautan akhirnya kami tiba di pulau Rinca, tempat dimana hidup para naga. Perahu ditambatkan dan kami langsung disambut dengan hangat oleh para ranger. Merekalah yang akan memberi penjelasan tentang lokasi beradanya komodo, rute trekking, sekaligus pawang komodo dengan senjata khas tongkat bercabang yang katanya akan membuat Komodo takut dan menjaga jarak karena menganggap tongkat bercabang tersebut adalah sebuah lidah dari binatang yang lebih besar dari mereka. Cukup masuk akal kupikir penjelasan mengenai tongkat bercabang dari para ranger ini. Setelah berjalan beberapa jam disertai naik turun bukit savana dan terik matahari yang menyengat, akhirnya hal yang kami tuju tampak didepan mata. sang naga yang berada di kerajaaanya. Komodo adalah binatang melata yang eksotis tapi berbahaya, dan merupakan spesies kadal terbesar di dunia. Timbul rasa bangga mengingat habitat komodo asli hanya berada di Nusa Tenggara, Indonesia. Sambil memandangi aktivitas komodo, terlintas satu hal dikepala yang berkata “akhirnya para naga berkumpul”, karena nama lain dari komodo adalah Dragon, dan saya bersama teman baik saya Karolus Naga memiliki nama yang sama ( Naga ) yang diartikan dalam bahasa inggris yaitu Dragon. yeah finally The Dragons Unite.
Setelah merasa cukup puas bercengkrama dan mengabadikan komodo, kami kembali berjalan menuju ranger's base camp yang terletak di dekat jetty. Beristirahat disana sejenak dan lalu kembali mengarungi lautan pulang ke Labuan Bajo untuk menghabiskan sore yang tentunya dengan segelas kopi, gelak tawa serta sunset yang disediakan oleh alam Labuan Bajo.
*Photo taken by the Ranger
* Thanx to Dede, Pius, Yanni, Detty, Nick, and Ranger for accompanion especially a friendship. Hopefully we can meet again someday.